h1

16/01/2010

Total anggaran yang masuk dalam Telkomsel Siaga ada 10.000 anak yatim. Dan salah satunya di Kabupaten Cianjur, Makasar, Medan, dan kota lainnya di Indonesia,” ujar VP Area II Jabar Jabodetabek Telkomsel Irwin Sakti di Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis (10/9/2009) malam. Selama bulan puasa pihaknya memiliki dua agenda yakni ‘Tebar Hikmah’ yang digelar di 14 kota dan ‘Safari Ramadhan’. Ini hajat besarTelkomsel tiap bulan puasa. Kita berbagi dengan yang membutuhkan.Dana sebesar Rp 4 miliar tersebut didistribusikan ke 10 kota di seluruh Indonesia. Besarannya bantuannya pun berbeda tiap kotanya.

Di Cianjur sendiri, tidak hanya berbuka bersama dengan 1.000 anak yatim dari 6 panti asuhan di sekitar Kabupaten Cianjur tapi juga memberikan sumbangan senilai Rp 120 juta untuk anak-anak yatim, Rp 20 juta untuk pembinaan 10 yayasan sosial di Cianjur, serta tambahan donasi bagi korban bencana di Cianjur Selatan sebesar Rp 15 juta. Sebelumnya, di tempat yang sama juga digelar lomba adzan se-Kota dan Kabupaten Cianjur. Event yang total hadiahnya mencapai Rp 31 juta ini diikuti oleh puluhan anak-anak dan remaja. General Manager Sales & Costumer Service Telkomsel Regional Jabar, Tb Daniel Azhari mengatakan bahwa kegiatan tersebut bisa menggali potensi putra daerah.

Dengan harapan semoga kegiatan tersebut bisa menggali potensi putra daerah dalam memperkenalkan seni dan budaya Islami dengan memberikan pesan positif dari
lomba ini dan semoga memberikan manfaat bagi para generasi muda. Kegiatan lomba adzan tersebut merupakan salah satu upaya Telkomsel mewujudkan good corporate citizenship. Dengan adanya lomba ini,diharapkan potensi wilayah dan produk usaha masyarakat Jabar khususnya Cianjur akan lebih dikenal di masyarakat.

h1

Rokok dan Gigi

15/01/2010

Adanya  asap rokok menjadi banyak  organ” tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut, beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat” kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Beberapa perawatan memang sangat menganjurkan pada pasien perokok untuk benrhenti merokok untuk sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Seperti pasien yang dalam masa pemsangan implan.

Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut:

1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
2. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.
3. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar.
4. Bau nafas jelas beraroma rokok.
5. Berubahnya jaringan” dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies.

h1

Dunia Fantasi

07/01/2010

Dufan atau Dunia Fantasi merupakan tempat hiburan terbesar di Jakarta yang menarik. Dunia Fantasi yang biasa disingkat Dufan yang terletak di kawasan Ancol Taman Impian Jakarta Utara, menjadi tempat tujuan rekreasi bagi warga Jakarta maupun luar kota Jakarta, baik untuk keluarga atau kaum muda. Walaupun tempat ini sudah tidak asing bagi warga Jakarta, tetapi ada banyak hal yang membuat pengunjung tidak bosan untuk mengunjunginya lagi. Hal ini tidak mengherankan, karena tempat wisata ini memiliki keunggulan untuk menarik pengunjung.

Di Dufan ada banyak aneka permainan menarik dengan teknologi tinggi dan telah dijamin keamanannya, antara lain Tornado, Kora-kora, Halilintar, Kicir-kicir, Turbo Tour, Arung Jeram, dan Niagara. Adapun wahana untuk keluarga dan pendidikan yaitu Gadjah Bledug, Burung Tempur, Turangga-turangga, Istana Boneka, Balada Kera, Bianglala, dll.

h1

Gelar Akademik

05/01/2010

Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu Perguruan Tinggi. Gelar akademik kadangkala disebut dengan istilahnya dalam bahasa Belanda yaitu titel. Gelar akademik terdiri dari sarjana (bachelor), magiser (master), dan doktor (doctor).

Sarjana (S1)

Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.). Setelah tahun 1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain Sarjana Ekonomi (S.E.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Teknik  (S.T.), Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP), Sarjana Agama (S.Ag.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Sarjana Komputer (S.Kom.) dan Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.). Gelar sarjana ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Sarjana ini disebut sebagai Strata 1 atau biasa disingkat S1. Studi Sarjana terdiri dari 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun..

Magister (S2)

Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain Magister Manajemen (M.M.),Magister Sains (M.Si.), dan Magister Teknik (M.T.). Gelar magister ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Magister ini disebut sebagai Strata 2 atau biasa disingkat S2.

Doktor (S3)

Gelar doktor dari bidang studi apapun bergelar Doktor dan ditulis di depan nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr. Strata pendidikan Doktor ini disebut sebagai Strata 3 atau biasa disingkat S3.

h1

Agama di Indonesia

05/01/2010

Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kriten (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya termasuk sedikit.

Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.

Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.

h1

Baju Menarik

05/01/2010

Telah dibuka distro remaja yang terletak di Jl. Serayu 12.

Menyediakan kaos-kaos menarik harga pelajar, banyak pilihan dengan bermacam merk dengan kualitas terbaik dan pelayanan yang memuaskan.

Tunggu apa lagi. Kalau anda butuh sekarang juga hubungi Indri di (0293)3215066 untuk mendapatkan penawaran terbaik dari kami.

Buruaaaann,,,sebelum kehabisan!

h1

Budaya Jawa

05/01/2010

Tata Upacara Mantu

Perhelatan Perkawinan Menurut Adat Jawa

1. Pasang Tarup
Pada umumnya bangunan rumah yang tidak besar (tidak luas), tidak dapat menampung jumlah tamu yang banyak, oleh karena itu dibuat bangunan tambahan. Agar suasana perjamuan tampak indah, serasi dan semarak, bangunan tambahan tersebut dihias dengan gaba-gaba, berupa janur (daun kelapa yang masih muda), pelisir pare-anom (hijau kuning) atau gula-kelapa (merah putih) dan sebagainya. Pemasangan bangunan tambahan, gaba-gaba beserta ragam hiasnya tersebut disebut tarup.

Pasang tarup merupakan awal kegiatan peralatan mantu. Berbarengan dengan tarup tersebut disertakan upacara selamatan (wilujengan) yang berisi doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rosulullah dan para leluhur, agar perhelatan perkawinan dapat berjalan dengan lancar dan selamat sehingga tercapai apa yang diharapkan.

Hal yang disiapkan adalah selamatan rasulan, nasi asahan, nasi golong, ketan, kolak dan apem.

2. Upacara Buangan (Bucalan, Jawa)
Pengadaan sesaji untuk roh halus (yang baik maupun yang tidak baik) agar menjaga segala penjuru bumi, sumber air, kekayuan besar dan lain sebagainya, sehingga tidak ada yang mengganggu bahkan diharapkan membantu. Macam buangannya adalah pecok bakal dan gecok mentah.

3. Menyiagakan Beras Di Pedaringan
Bapak dan ibu yang akan mengadakan mantu agar menyiagakan beras menyiapkan diri dengan berpakaian Jawa. Ibu mengenakan kain tuluh watu dan kebaya lurik. Ibu menggendong bakul (tenggok) berisi beras, sedangkan bapak mendampinginya. Keduanya masuk ke dalam rumah terus menuju ke pedaringan (tempat menyimpan beras keluarga) untuk memasukkan beras (nyinggahaken wos = memasukkan atau menyiagakan beras yang akan digunakan untuk keperluan mantu).

4. Upacara Tanak Nasi
Ibu dengan dibantu bapak, mengambil beras dari pedaringan terus dibawa ke sumur. Bapak mengambilkan air. Ibu mencuci beras (mususi). Beras dibawa ke dapur. Bapak menyalakan api dapur. Ibu memasukkan beras ke dalam kukusan (kerucut nasi). Itulah upacara menanak nasi. Setelah itu kegiatan menanak nasi dilanjutkan orang lain.

5. Pasang Tuwuhan
Pemasangan tuwuhan (tumbuhan) mengandung maksud agar kedua mempelai di kemudian hari dapat dikaruniai tuwuh (keturunan) yang baik, yakni manusia utama.

a. Tempat Pemasangan
Tuwuhan dipasang di muka rumah dan di pintu kamar mandi tempat bermandi pengantin (siraman).

b. Jenis Tetumbuhan
Diambilkan dari tetumbuhan yang dipandang mempunyai nilai atau arti yang baik, antara lain :

Setandan pisang suluhan, lengkap dedngan batangnya (suluh=matang di batang, tidak diperam). Dipasang di muka pintu rumah tempat menyelenggarakan perhelatan. Hal ini bermaksud, mudah-mudahan bagi yang punya kerja dapat memiliki hati yang terang dan roman yang cerah.

Cengkir gading (kelapa muda warna gading/kuning), menunjukkan pikiran yang cerah penuh kemantaban.

Tebu wulung batangan, melambangkan jiwa yang disertai keteguhan pendirian.

Daun keluwih seikat, mudah-mudahan penyelenggaraan perhelatan tidak kekukrangan suatu apa, ,bahkan diharapkan serba lebih.

Daun ilalang, semoga tidak ada hambatan atau halangan suatu apa.

Daun apa-apa, agar terhindar dari kesukaran atau gangguan yang berupa apapun juga.

Padi seikat, bersama.

Dahan dan bunga (bungkah buah kapas), semoga selalu sejahtera lahir batin, cukup sandang cukup pangan.

Ranting dan daun beringin, semoga selalu mendapatkan perlindungan (pangayoman).

Pengaron berisi kembang setaman, ditempatkan di bawah tuwuhan. Itu sebagai suatu penghormatan terhadap Dewa penjaga wisma dan Dewi Sri (pengaron = keramik sebangsa kuali terbuat dari tanah).